Bupati Tasikmalaya Drs. H.T. Farhanul Hakim, M.Pd bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama ke-65, yang bertempat di halaman Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya di Bojongkoneng Kecamatan Singaparna, pada hari senin tanggal 3 Januari 2011.

Upacara peringatan tersebut juga dihadiri oleh Muspida Kabupaten Tasikmalaya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Pimpinan Kantor Kementrian Agama serta unsur terkait lainnya.

Pada upacara peringatan tersebut Bupati Tasikmalaya Drs. H.T. Farhanul Hakim, M.Pd membacakan sambutan dari Mentri Agama Republik Indonesia Bapak Suryadharma Ali. Dalam sambutannya disampaikan bahwa  upacara pada peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama ke-65 harus dijadikan renungan kembali tujuan pembentukan serta misi yang diemban oleh kementrian agama yang berdiri sebagai pelaksanaan amanat undang-undang dasar 1945 dimana kementrian agama adalah instansi pemerintah yang menjalankan tugas pokok untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan beragama kepada seluruh umat beragama di tanah air kita.

Selanjutnya kementrian agama memainkan 4 (empat) peran strategis dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu; pemahaman dan pengamalan agama; pembinaan kerukunan antar umat beragama; peningkatan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan; serta mengawal akhlaq dan moral bangsa. Disampaikan pula bahwa sesuai dengan Rekomendasi National Summit 2009 bahwa isu utama pembangunan agama setidaknya mencakup tiga hal, yaitu; pertama, peningkatan wawasan keagamaan yang dinamis; kedua, penguatan peran agama dalam pembentukan karakter dan peradaban bangsa; ketiga, peningkatan kerukunan umat beragama dalam membangun kerukunan nasional.

Diakhir sambutannya, bahwa sesuai dengan tema peringatan hari amal bhakti ke-65 tahun ini yaitu “Kerja keras mewujudkan kementrian agama yang bersih dan berwibawa” menghimbau kepada seluruh jajaran aparatur kementrian agama baik dipusat maupun di daerah, untuk bekerja keras dan bersama-sama memperkuat kesadaran kolektif untuk mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan etika kerja yang sehat dan benar serta menjauhi segala macam praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu juga mengajak untuk menegakan integritas aparatur kementrian agama yang bersih, jujur, professional dan berwibawa.